seperti judulnya...
Biarkan foto ini "berbicara" tentang apa yang ingin ku katakan,
membiarkannya menyampaikan arti dari setiap detil yang ada pada ekspresi itu, dan setiap detil pada persaanku,
dia jujur, dan bahkan tidak akan melarang kalian mengartikan berbeda,
tapi lihatlah....
foto akan tetap menunjukkan hal yang paling jujur dari perasaan seseorang,
jadii... kenapa kita gak mau belajar dari "kejujuran" foto dalam menyampaikan apa yang kita mampu rasakan??
:: lagi-lagi pembelajaran hidup dari sesuatu di sekitar kita ::
Friday, December 24, 2010
Lets The Photo Talks :)
Bergegaslah Kawan
"ini kuliah terakhir??"
Setengah gak percaya, dan masih tetep berusaha ngeliat ke sekelilingku. .
Wajah-wajah yang selama hampir 3 semester ini selalu ada, dengan cerita yang gak pernah abis,
Ada aja yang bisa bikin wajah-wajah it bersatu dalam senyuman,
Yaps,
Aku tahu, hari ini pasti akan tiba,
Sebuah titik awal perjalanan baru kita teman. .
selalu perasaan ini mengiringi langkah baru kita, dan selalu saja perasaan ini datang saat detik terasa berjalan 100x lebih cepat,
Kenapa bukan dari kemarin?dan kenapa baru sekarang?
Sebanyak apapun kamu mencoba bertanya, semakin banyak pula rasa sesal itu akan datang,
Padahal bukan itu yang Tuhan inginkan dari jalan ini,
BERSYUKUR. .
Udah tentu 1 sikap itu yang diharapkan mampu ada pada diri kita atas jalan ini,
Teman. .
Suatu hal yang indah saat mampu melihat kalian tertawa dan mengajakku tuk sedikit tersenyum,beranjak dari segala penat pikiran,
Sungguh suatu hal yang ajaib saat kalian mampu mengajakku tuk melihat pelangi di tengah gerimis yang menutup badai di hari itu. .
Bergegaslah kawan,
Ada banyak pelangi di luar sana yang menunggu kedatangan kita,
Dan berjanjilah. .kita akan kembali disini menyatukan warna-warni indah pelangi di kehidupan kita,
dan kayaknya pas banget ama lagunya bang Bondan F2B yang judulnya Kita Selamanya:
bergegaslah, kawan… tuk sambut masa depan
tetap berpegang tangan, saling berpelukan
berikan senyuman tuk sebuah perpisahan!
kenanglah sahabat… kita untuk slamanya!
satu alasan kenapa kau kurekam dalam memori
satu cerita teringat didalam hati
karena kau berharga dalam hidupku, teman
untuk satu pijakan menuju masa depan
Setengah gak percaya, dan masih tetep berusaha ngeliat ke sekelilingku. .
Wajah-wajah yang selama hampir 3 semester ini selalu ada, dengan cerita yang gak pernah abis,
Ada aja yang bisa bikin wajah-wajah it bersatu dalam senyuman,
Yaps,
Aku tahu, hari ini pasti akan tiba,
Sebuah titik awal perjalanan baru kita teman. .
selalu perasaan ini mengiringi langkah baru kita, dan selalu saja perasaan ini datang saat detik terasa berjalan 100x lebih cepat,
Kenapa bukan dari kemarin?dan kenapa baru sekarang?
Sebanyak apapun kamu mencoba bertanya, semakin banyak pula rasa sesal itu akan datang,
Padahal bukan itu yang Tuhan inginkan dari jalan ini,
BERSYUKUR. .
Udah tentu 1 sikap itu yang diharapkan mampu ada pada diri kita atas jalan ini,
Teman. .
Suatu hal yang indah saat mampu melihat kalian tertawa dan mengajakku tuk sedikit tersenyum,beranjak dari segala penat pikiran,
Sungguh suatu hal yang ajaib saat kalian mampu mengajakku tuk melihat pelangi di tengah gerimis yang menutup badai di hari itu. .
Bergegaslah kawan,
Ada banyak pelangi di luar sana yang menunggu kedatangan kita,
Dan berjanjilah. .kita akan kembali disini menyatukan warna-warni indah pelangi di kehidupan kita,
dan kayaknya pas banget ama lagunya bang Bondan F2B yang judulnya Kita Selamanya:
tetap berpegang tangan, saling berpelukan
berikan senyuman tuk sebuah perpisahan!
kenanglah sahabat… kita untuk slamanya!
satu alasan kenapa kau kurekam dalam memori
satu cerita teringat didalam hati
karena kau berharga dalam hidupku, teman
untuk satu pijakan menuju masa depan
Thursday, December 23, 2010
Sebuah Pembelajaran Indah
Lagi-lagi ku tak bisa mengatakannya,
Mungkin aku terlalu takut mendengarmu?
Sumpah. .
Aku terlalu lemah,
Ada apa ini?
Kenapa aku merasa egois padamu,
Lagi-lagi aku berharap lebih,
Sedangkan kau,
kau pernah katakan itu,
Maaf,
Tahukah kamu?
Sungguh, aku menunggu dering telpon darimu,
Semalaman. .
Maaf,
Karena tak ada senyum untuk pagi ini,
Yang seharusnya mengawali hari,
Yang semestinya menemani langkahmu,
Tak ada kata I.L.U
Yang selalu mengakhiri canda kita,
Maaf,
Seharusnya aku lebih memahami,
sadar, ku semakin egois,
Sadar, egois itu akan membawamu menjauh,
Dan sadar, ku tak akan pernah siap untuk hal itu,
Lalu??
Sekali lagi ku hanya ingin katakan,
MAAF,
Karena telah begitu menyayangimu,
Sumpah. .
Aku terlalu lemah,
Ada apa ini?
Kenapa aku merasa egois padamu,
Lagi-lagi aku berharap lebih,
Sedangkan kau,
kau pernah katakan itu,
Maaf,
Tahukah kamu?
Sungguh, aku menunggu dering telpon darimu,
Semalaman. .
Maaf,
Karena tak ada senyum untuk pagi ini,
Yang seharusnya mengawali hari,
Yang semestinya menemani langkahmu,
Tak ada kata I.L.U
Yang selalu mengakhiri canda kita,
Maaf,
Seharusnya aku lebih memahami,
sadar, ku semakin egois,
Sadar, egois itu akan membawamu menjauh,
Dan sadar, ku tak akan pernah siap untuk hal itu,
Lalu??
Sekali lagi ku hanya ingin katakan,
MAAF,
Karena telah begitu menyayangimu,
sebenernya curhatan ini uda ku tulis dari lama, tepatnya tanggal 17 Desember kemarin,
tapi karena lagi sibuk maraton sama tugas, walhasil hari ini baru bisa posting,
buat markonyon...
gak pernah lelah buat bilang, setiap masalah ini adalah pembelajaran dalam hubungan kita,
semoga semakin mendewasakan kita, :)
Subscribe to:
Posts (Atom)

